EkonomiEkspos Info

PT Vale Serahkan Bantuan Alsintan

Ekspospedia -PT Vale Indonesia Tbk melalui program Pengembangan & Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PKPM menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) ke masyarakat yang bermukim di Desa Matano, Kawata dan Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Jumat (11/03/2022).

Bantuan yang diserahkan berupa dua unit Combine Hervester Kubota Dc.70 Plus dan empat unit handtractor Rangka Quick Mesin Yanmar untuk menunjang pengembangan Produk Unggulan Perdesaan (Prukades) Pertanian di kawasan perdesaan mandiri hasil olahan hutan non kayu, peternakan dan pertanian yang melingkupi  tiga desa tersebut.

General Manager Social Development Program PT Vale Indonesia Tbk, Ardian Putra menyerahkan bantuan ke Bupati Luwu Timur Budiman yang kemudian diserahkan Badan Usaha Milik Desa Bersama(Bumdesma) Wute Manuwo untuk dikelola dan selanjutnya dimanfaatkan petani.

Bupati Luwu Timur, Budiman mengatakan, bantuan yang diberikan PT Vale bukan bantuan biasa, karena proses pengadaannya yang panjang. Untuk itu masyarakat diminta memaksimalkannya.

“Karena mengusulkan sebuah program itu tidak mudah. Meyakinkan pemerintah, meyakinkan Vale, termasuk meyakinkan stakeholder, bahwa bantuan ini bermanfaat atau tidak. Berbagai macam dilakukan, Musyawarah Antar Desa (MAD) dilakukan, berdiskusi, bermohon, verifikasi, pleno, barulah lahir kebijakan,” jelasnya.

Ke depan, Budiman berharap bantuan alat untuk menunjang aktivitas pertanian tersebut bisa dimanfaatkan sebaik baiknya untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Luwu Timur, khususnya di Kecamatan Wasuponda.

“Kita maknai ini sebagai milik kita yang harus kita pelihara dengan baik, karena setiap satu kali gas (mesin), ada kesejahteraan di dalamnya. Terima kasih kepada PT Vale yang berkontribusi terhadap masyarakat di Luwu Timur,” ujarnya.

Sementara itu, GM  Social Development Manager PT Vale Indonesia, Ardian Putra menuturkan, PT Vale telah melaksanakan beberapa program tanggung jawab sosial perusahaan. “Di kawasan ini sejak beberapa tahun lalu kami telah melakukan beberapa program seperti pendampingan pertanian organik, pengembangan budidaya Madu Trigona, termasuk pengadaan mesin combine dan handtractor ini. Adapun  saat ini yang sedang dipersiapkan adalah usulan budidaya pertanian bawang dan peternakan,” ungkap Ardian.

Dia menjelaskan,  yang menjadi tantangan dalam menentukan program adalah proses menemukan skema yang tepat agar kelayakan atau keberhasilan program dapat dirasakan manfaat dan berdampak.

Untuk itu dibutuhkan banyak referensi dalam menentukan program yang berkelanjutan kawasan.

“Kami dari pihak manajemen berharap dukungan (combine dan handtractor) ini bisa memberikan nilai tambah, sebagaimana di kawasan pertanian terpadu Mahalona, dari awal tiga unit sekarang berkembang jadi enam unit, dan telah menghasilkan bagi Bumdesma yang juga SHU-nya turut didistribuskan ke desa-desa di sekitarnya dari dukungan alat yang diberikan. Dan ini bisa menjadi contoh acuan bagi desa-desa di sini dan juga desa lainnya,” paparnya. (rls)



















Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button