Pemda Kolaka, Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Smelter PT. IPIP

Ekspospedia- Keseriusan Huayou Cobalt untuk berinvestasi di Kabupaten Kolaka, pantas diberikan apresiasi. Padalnya melalui Proyek Startegis Nasional (PSN) di kawasan PT. Indonesia Pomalaa Industri Park (IPIP) pembangunan fasilitas smelter PT. Kolaka Nikel Indonesia (KNI) kolaborasi PT. Huayou, PT. Vale Indonesia Tbk dan PT. Ford Motor telah memasuki tahap akhir dan akan mulai beroperasi pada akhir Tahun 2026.
Kawasan industri yang berada di Kecamatan Pomalaa ini, digadang-gadang akan menjadi Industri pengelolaan nikel terbaik dunia dengan pembangunan yang ramah lingkungan yang berkesinambungan dan rendah karbon serta kesejahteraan masyarakat lokal menjadi skala prioritas.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker), Ilham, S.STP., M.Si, mengungkapkan Pemda Kolaka, sangat mengapresiasi Huayou Cobalt Indonesia atas investasi yang ditanamkan di Kabupaten Kolaka. Pemda akan berkomitmen penuh mendukung dan bersama untuk menjaga kondusifitas daerah untuk percepatan pembangunan kawasan PT. IPIP.
“Bapak Bupati, sangat konsen dan mendorong agar smelter di kawasan PT. IPIP segera beroperasi demi peningkatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyaraka,” kata Ilham usai mendampingi Bupati. H. Amri Jamaluddin menerimah kunjungan President Huayou Cobalt
Mr. Chen Xuehua dan Presiden Direktur, PT. Rimau Grup, Antonio yatmiko, didampingi sejumlah Kepala OPD.
Menurut, Ilham, Bupati menekankan agar kehadiran PT. IPIP dapat memberikan kontribusi yang nyata untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat kolaka dan pemberdayaan masyarakat lokal menjadi hal mutlak yang harus direalisasikan dengan kehadiran investasi.
Ilham menambahkan selain mendorong kehadiran investasi dapat memberikan kontribusi kesejahteraan masyarakat, Bupati juga mendorong kehadiran investasi ini wajip taat terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia termasuk kepatuhan pengelolaan lingkungan yang sesuai regulasi yang tertuang dalam Amdal.
“Investasi ini masa depan generasi mendatang. Ini titipan anak cucu di tanah Mekongga ini yang kelak nanti akan merasakan kehadiran investasi. Bupati akan komitmen bersama semua elemen masyarakat kolaka untuk menjaga PT. IPIP,'” katanya.
Ilham mengharapkan dengan komitmen pemberdayaan tenaga kerja lokal sesuai regulasi, Peraturan Daerah (Perda) nomor 19 tahun 2023 dan Perbub 56 pembagian jumlah 70 persen lokal kolaka dan 30 persen non lokal akan sangat memberikan kontribusi kesejahteraan masyarakat lokal.
“Saat ini data ketenagakerjaan, sudah ribuan tenaga kerja lokal yang terserap di PT. IPIP. Pengangguran menyusut ini juga yang ditekankan bupati, agar Tahun 2027 tingkat pengangguran di Kolaka akan sangat kecil,” tutur bapak 3 anak ini.
PT. IPIP akan berkomitmen membangun kawasan Industri yang berkelanjutan. Memberikan kontribusi untuk peningkatan ekonomi lokal, peningkatan sektor pendidikan melalui beasiswa dan pelatihan, sosial dan kesehatan serta lingkungan melalui dana Corporate Social Responsibility (SCR) serta mendorong pemberdayaan adat dan budaya lokal.(***)



