Berita

Bupati Kolaka bersama ketua Tim Penggerak PKK Kolaka, Canangkan Gerakan Penanaman Cabai Bersama 

Ekspospedia – Bupati Kolaka secara resmi mencanangkan Gerakan Penanaman Cabai yang dipusatkan di lahan demplot Kelompok Wanita Tani (KWT) Keluarga Sakinah, RW 3 Lingkungan Teluno, Kelurahan Manggolo, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan rumah tangga dan pengendalian inflasi daerah berbasis pemberdayaan perempuan.

KWT Keluarga Sakinah sendiri merupakan kelompok binaan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka, yang secara aktif mengembangkan budidaya tanaman hortikultura berbasis organik di kawasan pekarangan dan lahan terbuka.

Acara diawali dengan peninjauan demplot oleh Bupati Kolaka H.Amri , dilanjutkan dengan penanaman cabai secara simbolis bersama jajaran pemerintah dan mitra instansi, sebelum pembukaan resmi kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini unsur DPRD Komisi II, Forkopimda (Kapolres Kolaka, Dandim 1412 Kolaka, Kajari Kolaka), Asisten II Setda Kolaka, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD teknis, Camat Latambaga, Lurah Manggolo, penyuluh pertanian, serta dari instansi vertikal seperti Bulog Kolaka dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka, bersama para undangan lainnya.

Ansyar Tambara, S.Pt., M.Si., selaku Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka, dalam laporannya menyampaikan bahwa RW 3 Teluno telah dirancang sebagai Kawasan Pangan Organik Terpadu, yang melibatkan kolaborasi antara Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Selanjutnyan pengembangan kawasan ini perlu didukung lintas sektor melalui sinergi program antar instansi terkait.

Dalam arahannya, Bupati Kolaka menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan pangan organik dan mendorong kolaborasi lebih erat antara KWT dan Tim Penggerak PKK, khususnya Pokja III.

“Ke depan, setiap desa dan kelurahan diharapkan memiliki minimal satu KWT yang bermitra dengan PKK, agar sinergi program Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga,” ujar Bupati.

Melalui program Kartu Tani Beramal, Pemkab Kolaka juga mengalokasikan pupuk organik berdasarkan luas lahan kelompok. Dengan estimasi kebutuhan 5 ton per hektare, maka 175 ton pupuk organik akan dialokasikan kepada 35 KWT selama tahun 2025. Pupuk tersebut diproduksi oleh petani pengelola TPS3R, dan digunakan untuk mendukung program P2L oleh Dinas Ketahanan Pangan.

Acara ditutup dengan dialog bersama masyarakat dan kelompok tani serta peninjauan hasil produk pertanian dan olahan dari KWT Keluarga Sakinah.(***)














Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button