BeritaEkspos Info

Manfaat Posbindu Bagi Masyarakat Daerah Pesisir 

Oleh : MUSTIKA

Nim : M202201016 

Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya Kendari 

Studi epidemiologis yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir telah menunjukkan hubungan hipertensi yang berkelanjutan, konsisten, dan independen dengan penyakit kardiovaskular (CVD). Deteksi, pengobatan, dan pengendalian hipertensi adalah tujuan kesehatan nasional yang penting. Data epidemiologis menunjukkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular yang terkait dengan hipertensi, dan data uji klinis menunjukkan bahwa pengurangan tekanan darah tinggi menurunkan kejadian penyakit kardiovaskular.

Penurunan yang diamati pada penyesuaian usia tingkat stroke dan infark miokard di Indonesia umumnya dikaitkan sebagian dengan peningkatan deteksi dan kontrol hipertensi.

Secara global, regional dan nasional pada tahun 2030 diproyeksikan terjadi transisi epidemiologi dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular.

Masyarakat pesisir merupakan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pantai yang sebagian besar merupakan nelayan memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat lainnya.

Perbedaan ini dikarenakan keterkaitan erat dengan karakteristik ekonomi wilayah, latar belakang budaya dan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang. Pada umumnya masyarakat pesisir memiliki budaya yang berorientasi selaras dengan alam sehingga teknologi memanfaatkan sumber daya alam adalah teknologi adaptif dengan kondisi pesisir.

Penyakit hipertensi

Gaya hidup modern telah mengubah sikap dan perilaku manusia, termasuk makan, merokok, minum dan penggunaan narkoba yang dapat meningkatkan jumlah orang yang menderita penyakit degeneratif (penyakit yang disebabkan oleh penurunan fungsi organ) dan mengancam kehidupan mereka. Salah satu penyakit yang di timbulkan oleh gaya hidup yang tidak baik yaitu Hipertensi.

Makanan yang dapat memicu tekanan darah tinggi jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu yang lama, seperti ikan asin, ikan pindang, ikan teri kering dan makanan lain yang diawetkan dengan garam. Selain itu, jenis kelamin, stress, keturunan, konsumsi alkohol, merokok dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan terjadinya hipertensi.

Hipertensi sendiri bisa dialami oleh siapa saja baik anak-anak, remaja dan orang dewasa. Akan tetapi, umumnya penyakit ini dialami oleh orang dewasa. Hipertensi bisa terjadi disertai gejala atau pun tanpa gejala yang menimbulkan ancaman terus-menerus terhadap kesehatan. Gejala yang sering terjadi, seperti sakit kepala atau rasa berat di leher, pusing, dada berdebar-debar, mudah lelah, penglihatan kabur, tinnitus (telinga berdenging), dan mimisan. Dikatakan hipertensi jika pemeriksaan menunjukkan hasil diatas 140/90 mmHg dengan dua kali pemeriksaan.

Pengobatan hipertensi 

Untuk pengobatan dapat dilakukan dengan terapi farmakologi yang menggunakan obat-obatan dan terapi non-farmakologi yang tanpa obat, dimulai dengan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat telah banyak terbukti menurunkan tekanan darah dan umumnya sangat bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.Aktivitas fisik secara teratur juga membantu meningkatkan efisiensi jantung secara keseluruhan.

Orang yang banyak berolahraga umumnya memiliki tekanan darah rendah dan kecil kemungkinannya untuk mengalami tekanan darah tinggi. Mereka yang aktif secara fisik cenderung memiliki fungsi otot dan persendian yang lebih baik karena organ-organ tersebut lebih kuat dan fleksibel. Selain gaya hidup kebiasaan merokok, minum kopi juga dapat mempengaruhi tekanan darah tinggi (hipertensi), dan berbagai penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara minum kopi dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Oleh sebab itu, masyarakat perlu melakukan aktivitas fisik yang sehat agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

APA ITU POSBINDU ?

Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular terintegrasi serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu.

Kegiatan utama Posbindu yaitu: Deteksi dini faktor risiko dan monitoring, Konseling dan rujukan dan Aktifitas bersama (senam, jalan sehat, bersepeda dil). Adapun Jenis kegiatan Posbindu PTM meliputi: Melakukan wawancara untuk menggali informasi factor resiko keturunan dan perilaku: Melakukan penimbangan dan mengukur lingkar perut, serta Indeks Massa Tubuh termasuk analisa lemak tubuh: Melakukan pengukuran tekanan darah: Melakukan pemeriksaan gula darah, Melakukan pengukuran kadar lemak darah (kolesterol total dan trigliserida): Melakukan pemeriksaan fungsi paru sederhana (Peakflowmeter): Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) oleh tenaga dokter dan bidan terlatih di puskesmas, Melaksanakan konseling (diet, merokok, stress, aktifitas fisik dan lain lam) dan penyuluhan kelompok termasuk sarasehan: Melakukan olah raga/aktifitas fisik bersama dan kegiatan lainnya: Melakukan rujukan Ke Puskesmas.

Posbindu PTM dilaksanakan dengan tujuan untuk melayani masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular dan memiliki risiko untuk terkena penyakit tidak menular mendapatkan pelayanan yang tepat sedini mungkin.Dibutuhkan peran masyarakat dalam kegiatan Posbindu PTM yaitu deteksi dini sebagai bagian dari tindak lanjut dini faktor risiko PTM secara mandiri.

POSBINDU PTM ADALAH

Dilakukan karena sebagian besar penyakit tidak menular tidak memberikan gejala yang jelas. Sasarannya bukan hanya org yang berisiko ataupun yang sakit tetapi juga masyarakat yang sehat berusia » 15 tahun. Dapat dilakukan ditempat umum seperti sekolah, tempat kerja tempat ibadah, maupun dalam lingkup desa/kelurahan. kunjungan Posbindu PTM dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi pengetahuan, sikap, umur, jenis kelamin, jarak rumah ke posbindu, ketersediaan sarana kesehatan, dukungan keluarga, teman, dan tenaga kesehatan serta pembinaan tenaga kesehatan. (12)Sedangkan menurut Purdiyani (2016) bahwa pemanfaatan Posbindu PTM dipengaruhi oleh faktor umur, pekerjaan, pendidikan, status kesehatan persepsi sakit, dukungan teman sebaya, keluarga, kader, tenaga kesehatan,sikap dan pengetahuan.(13)

MAMNFAAT POSBINDU PTM ADALAH

Beberapa manfaat dari Posbindu PTM yaitu :

a. Gaya hidup sehat dengan cara rutin cek kondisi kesehatan, menghindari asap rokok, rutin melakukan aktivitas fisik, diet yang sehat dengan tetap mempertahankan kalori yang seimbang, cukup istirahat, kelola stres dengan baik.

b. Kegiatan yang dilaksanakan dapat dipertanggungjawabkan secara klinis yang berarti tim medis dan kader terlatih mengikuti pelatihan metode deteksi dini.

C. Diselenggarakan ditempat tinggal atau tempat kerja dengan jadwal yang telah disepakati sebelumnya sehingga mudah dijangkau oleh setiap masyarakat.

Pelaksanaan Posbindu PTM:

Wawancara, pemeriksaan, pengukuran dan tindak lanjut dwi dilakukan dalam posbindu PTM. Hal tersebut bertujuan untuk melihat faktor risiko perilaku dari masyarakat seperti kebiasaan merokok, mengkonsumsi syurdan buah, melakukan aktivitas fisik, alkohol, dan stress. Melakukan Pengukuran pada berat badan, tinggi badan, IMT, lingkar perut, dan tekanan darah. Dilakukan juga pemeriksaan gula darah sewaktu, kolsterol total, dan kadar alkohol yang ada dalam darah.(27)Sebagai pedoman dilaksanakannya posbindu PTM di lapangan, buku petunjuk teknis yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan direktorat penyakit tidak menular dan menyebar di dinas kesehatan ke puskesmas masing-masing daerah dan diberikan pada penanggung jawab dan petugas pelaksana posbindu.

Perencanaan ini disampaikan kepada kader di setiap posbindu agar mereka memahami dan mengetahui kegiatan dalam posbindu PTM seperti kapan kegiatan posbindu tersebut dilaksanakan,siapa saja yang terlibat, dan petugas puskesmas yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, sehingga sebelum kegiatan tersebut diadakan kader bisa mempersiapkan semua yang diperlukan dengan tetap memperhatikan juknis SOP yang ada.

Pelaksanaan Posbindu PTM secara sederhana sebagai berikut :

1. Tahapan Layanan 1( Satu)

Pada tahap dasar, pendaftaran, dan selanjutnya akan diberikan nomor urut serupa dengan mencatat kembali hasil pengisian buku monitoring FR PTM ke buku pencatatan yang ada Petugas pelaksana posbindu PTM.

2. Tahapan Layanan 2 ( Dua)

Selanjutnya dilakukan wawancara oleh petugas pelaksana posbindu PTM.

3. Tahapan layanan 3 (Tiga)

Setelah dilakukan wawancara, kemudian dilakukan pengukuran pada TB, BB, IMT Ingkar perut, analisa lemak tubuh

4. Tahapan Layanan 4 (Empat)

Ketegangan peredaran darah, glukosa, semua kolesterol dan zat lemak, APE, dan lain lain juga diperiksa.

5. Tahapan Layanan 5 (Lima)

Setelah tahap ke 4 selesai, lalu identifikasi faktor risiko PTM,melakukan konseling serta tindak lanjut berikutnya jika diperlukan.

Saran

Kami mengharapkan agar kiranya pemerintah berperan serta untuk memotivasi masyarakat dalam memanfaatkan posbindu PTM, serta diharapkan kepada petugas puskesmas untuk memberi informasi kepada masyarakat bahwa yang datang ke posbindu PTM untuk memanfaatkan pelayanan Kesehatan bukan hanya orang dengan riwayat hipertensi dari keluarga tetapi seluruh masyarakat. Petugas di puskesmas diharapkan dapat menjelaskan kembali terkait hal-hal yang berkaitan dengan PTM salah satunya hipertensi yang merupakan penyakit yang tidak bisa dideteksi dengan mudah tanpa penanganan yang tepat dan tidak bisa disembuhkan namun hanya bisa dikontrol agar tetap stabil.

Pihak puskesmas diharapkan tetap berkomunikasi dengan kader serta melakukan pelatihan atau pembekalan terkait hal-hal yang berkaitan dengan posbindu PTM sehingga kader dapat menyampaikan informasi yang didapat kepada masyarakat melalui penyuluhan.

Kesimpulan Pemanfaatan pelayanan kesehatan berhubungan dengan kejadian hipertensi. Di sarankan agar petugas kesehatan senantiasa meningkatkan pemberian informasi, edukasi dan komunikasi pada masyarakat terutama masyarakat yang berisiko menderita penyakit hipertensi. (***)



















Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button