Berita

RS Benjamin Guluh Kolaka Belanja Obat 12 Miliar Pertahun, Tetapi Pasien Masih Beli Obat di Apotek Luar Rumah Sakit

Ekspospedia-Jika di lihat dari luar Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka memang megah dan mewah, namun sayangnya kebutuhan utama pasien di dalamnya belum terpenuhi. Obat adalah menjadi hal penting untuk pasien, hingga hari ini pihak rumah sakit mengakui belum sanggup menyediakan beberapa obat resep dokter untuk pasien.

Plt Direktur RS Benyamin Guluh Kolaka H.Agus Suyanto yang di dampingi oleh kepala Bagian Farmasi Suci Trasih, Kamis (22/01/2026) mengakui jika RSGB Kolaka hingga saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan obat pasien.

“Kita akui memang hingga saat ini kami belum bisa memenuhi kebutuhan obat pasien. Kami anjurkan pasien agar membeli obat di apotik luar rumah sakit,” H.Agus kepada media ini.

Agus juga mengungkap bahwa anggaran belanja obat di RSBG pada 2025 itu di kisaran 10 miliar dalam setahun dan pada 2026 ini naik menjadi 12 Miliar pertahun.

“Ada kenaikan 2 miliar, untuk anggaran belanja obat,” tambah Agus.

Sementara itu kepala farmasi Suci mengatakan Meski keluarga pasien membeli obat di luar untuk pasien BPJS kita pasti akan gantikan uangnya. Caranya adalah memberikan kwitansi pembelian obat dari apotek tersebut.

“Setelah keluarga pasien mendapatkan obatnya, maka nantinya pihak RSBG akan menghubungi keluarga pasien untuk uang pengembaliannya,” ujarnya.

Kendala lain tidak tersedianya obat karena perusahaan tidak bisa menyediakan obat yang di minta oleh RSBG Kolaka.

“Alasan perusaahan tidak menyediakan obat karena bahan dari obat tersebut habis atau tidak tersedia, sehingga kita arahkan keluarga pasien untuk belanja obat di luar rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu keluarga pasien Ikaliana yang mengaku keluarganya pernah menjalani rawat inap di RSBG Kolaka mengaku tidak pernah mendapat informasi mengenai pengembalian dana setelah belanja obat di apotik luar. Pastinya harganya lebih mahal di banding harga di apotik rumah sakit.

“Keluarga ku pernah di rawat dan di suruh beli obat di luar karena katanya stok obat habis. Saya hanya di kasih resep dan tidak pernah di berikan informasi agar mengembalikan kwitansi pembelanjaan obat. Ini merupakan pembohongan publik. Terus saya pake uang pribadi untuk beli obat. Memang jumlahnya tidak seberapa tetapi kalau begini semua untuk apa pemerintah menyediakan anggaran obat tetapi pasien baru belanja obat di luar, saya berharap pucuk pimpinan Kolaka bisa memberikan perbaikan pelayanan di RSBG Kolaka,” katanya. (Wartawan Dadang)














Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button